Tugas 4- Tipe Kemimpinan Beserta Kekurangan dan Kelemahan
Tipe Otoriter (Otokratis,
Dominator)
Dalam
tipe ini, pemimpin bertindak diktaktor pada bawahannya. Cenderung melakukan
pemaksaan dalam menggerakkan kelompoknya. Disini kewajiban dari bawahan adalah
untuk mengikuti dan menjalankan perintah. Tak boleh ada saran dan bantahan dari
bawahan. Mereka diharuskan patuh dan setia secara mutlak kepada pemimpinnya.
Kendali penuh ada pada pemimpin (bersifat satu arah)
Kelebihan :
·
Keputusan akan dapat diambil dengan
cepat karena mutlak hak pemimpin, tak ada bantahan dari bawahan
·
Pemimpin yang bersifat otoriter
pasti bersifat tegas, sehingga apabila terjadi kesalahan dari bawahan maka
pemimpin tak segan untuk menegur
·
Mudah dilakukan pengawasan
Kelemahan :
·
Suasana kaku, mencekam dan
menakutkan karena sifat keras dari pemimpin
·
Menimbulkan permusuhan, keluhan dan
rawan terjadi perpindahan karena bawahan tidak merasa nyaman
·
Bawahan akan merasa tertekan karena
apabila terjadi perbedaan pendapat, pemimpin akan menganggapnya sebagai
pembangkangan dan kelicikan
·
Kreativitas dari bawahan sangatlah
minim karena tidak diberikan kesempatan mengajukan pendapat.
·
Mudahnya melahirkan kubu oposisi
karena dominasi pemimpin yang berlebihan
·
Disiplin yang terjadi seakan-akan
karena ketakutan dan hukuman bahkan pemecatan dari atasan
·
Pengawasan dari pemimpin hanya
bersifat mengontrol, apakah perintah yang diberikan sudah dijalankan dengan
baik oleh anggotanya
Tipe Demokratis
Tipe
kepemimpinan demokratis adalah kebalikan dari pemimpin otoriter. Disini
pemimpin ikut berbaur dan berada ditengah-tengah anggotanya. Hubungan yang
tercipta juga tidaklah kaku seperti majikan dengan bawahan, melainkan seperti
saudara sendiri. Pemimpin selalu memperhatikan kebutuhan kelompoknya dan
mempertimbangkan kesanggupan kelompok dalam mengerjakan tugas. Pemimpin juga
mau menerima masukan dan saran dari bawahannya.
Kelebihan :
·
Hubungan antara pemimpin dan bawahan
harmonis dan tidak kaku
·
Keputusan dan kebijaksanaan diambil
melalui diskusi sehingga bawahan akan merasa dihargai dan dibutuhkan peranannya
·
Mengembangkan daya kreatif dari
bawahan karena dapat mengajukan pendapat dan saran
·
Bawahan akan merasa percaya diri dan
nyaman sehingga bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk menyelesaikan
tugasnya
·
Bawahan akan merasa bersemangat
karena merasa diperhatikan
·
Tidak mudah lahir kubu oposisi
karena pemimpin dan bawahan sejalan
Kelemahan :
·
Proses pengambilan keputusan akan
berlangsung lama karena diambil secara musyawarah
·
Sulitnya dalam pencapaian kata
mufakat karna pendapat setiap orang jelas berbeda
·
Akan memicu konflik apabila
keputusan yang diambil tidak sesuai dan apabila ego masing-masing anggota
tinggi
Tipe Kharismatik
Tipe
kepemimpinan kharismatik memiliki energi dan daya tarik yang luar biasa untuk
dapat mempengaruhi orang lain, maka tidaklah heran apabila memiliki pengikut
atau masa yang jumlahnya besar. Sifat kharismatik yang dimiliki adalah karunia
dari tuhan. Pemimpin kharismatik bisa dilihat dari cara mereka berbicara,
berjalan maupun bertindak.
Kelebihan :
·
Dapat mengkomunikasikan visi dan
misi secara jelas
·
Dapat membangkitkan semangat bawahan
untuk bekerja lebih giat
·
Bisa mendapatkan pengikut dengan
masa yang besar karena sifatnya yang berkharisma sehingga bisa dipercaya
·
Menyadari kelebihannya dengan baik
sehingga bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin
Kelemahan :
·
Para pemimpin kharismatik mudah
mengambil keputusan yang beresiko
·
Pemimpin kharismatik cenderung
memiliki khayalan bahwa apa yang dilakukan pasti benar karena pengikutnya sudah
terlanjur percaya
·
Ketergantungan yang tinggi sehingga
regenerasi untuk pemimpin yang berkompeten sulit
Tipe Paternalistik
Tipe
pemimpin ini memiliki sifat kebapakan, mereka menganggap bahwa bawahan tidak
bisa bersifat mandiri dan perlu dorongan dalam melakukan sesuatu. Pemimpin ini
selalu melindungi bawahannya. Pemimpin paternalistik memiliki sifat maha tahu
yang besar sehingga jarang memberikan kesempatan pada bawahan untuk mengambil
keputusan
Kelebihan :
·
Pemimpin pasti memiliki sifat yang
tegas dalam mengambil keputusan
·
Bawahan akan merasa aman karena
mendapat perlindungan
Kelemahan :
·
Bawahan tidak memiliki inisiatif
dalam bertindak karena tidak diberi kesempatan
·
Keputusan yang diambil tidak
berdasarkan musyawarah bersama karena menganggap dirinya sudah melakukan yang
benar
·
Daya imajinasi dan kreativitas para
pengikut cukup rendah karena tidak ada kesempatan untuk mengembangkannya
Tipe Militeristik
Tipe
kepemimpinan militeristik adalah tipe pemimpin yang memiliki disiplin tinggi
dan biasanya menyukai hal-hal yang formal. Menerapkan sistem komando dalam
menggerakkan bawahannya untuk melakukan perintah. Menggunakan pangkat dan
jabatan dalam mempengaruhi bawahan untuk bertindak.
Kelebihan :
·
Tegas dan tidak memiliki keraguan
dalam bertindak dan mengambil keputusan
·
Bawahan akan memiliki disiplin yang
tinggi
·
Bawahan akan merasa aman dan
terlindungi
Kelemahan :
·
Suasana cenderung kaku karena
lingkungan yang formal
·
Pemimpin sukar dalam menerima
kritikan dan saran dari bawahan
·
Bawahan akan merasa tertekan dan
tidak nyaman karena banyak aturan dan sifat keras dari pemimpin
Tipe Laissez-Faire
Dalam
tipe ini, pemimpin tidak memberikan instruksi dan perintah, mereka membiarkan
bawahannya untuk berbuat sekehendaknya. Tak ada kontrol dan koreksi. Tentu saja
dalam kepemimpinan inisangatlah mudah terjadi kekacauan dan bentrokan. Pemimpin
tak menjalankan perannya dengan baik
Kelebihan :
·
Keputusan ada di tangan bawahan
sehingga bawahan bisa bersikap mandiri dan memiliki inisiatif
·
Pemimpin tidak memiliki dominasi
besar
·
Bawahan tidak akan merasa tertekan
dalam menjalankan tugas
Kelemahan :
·
Pemimpin membiarkan bawahan untuk
bertindak sesuka hati karena tidak ada kontrol
·
Mudah terjadi kekacauan dan
bentrokan
·
Tujuan organisasi akan sulit
tercapai apabila bawahan tidak memiliki inisiatif yang tepat dan dedikasi
tinggi
Tipe Kepemimpinan Menurut
Hersey dan Blanchard (Situasional)
Ada
empat tipe
kepemimpinan :
1. Perilaku pemimpin yang tinggi
pengarahan dan rendah dukungan dirujuk sebagai instruksi karena
gaya ini dicirikan dengan komunikasi 1 arah, pemimpin memberikan batasan
peranan penngikutnya dan memberitahu mereka tentang apa, bagaimana, bilamana,
dan dimana melaksankan berbagai tugas.
2. Perilaku pemimpin yang tinggi pengarahan dan tinggi dukungan
dirujuk sebagai konsultasi karena dalam
menggunakan gaya ini, pemimpin masih banyak memberikan pengarahan dan masih
membuat hampir sama dengan keputusan, tetapi hal ini diikuti dengan
meningkatkan komunikasi dua arah, dan perilaku mendukung, dengan berusaha
mendengar perasaan pengikut tentang keputusan yang dibuat, serta ide-ide dan
saran-saran mereka. Meskipun dukungan ditingkatkan, pengendalian atas
pengambilan keputusan tetap pada pemimpin.
3. Perilaku pemimpin yang tinggi dukungan dan rendah pengarahan
dirujuk sebagai partisipasi, karena posisi
kontrol atas pemecahan masalah dan pembuatan keputusan dipegang secara
bergantian. Dengan penggunaan gaya tiga ini, pemimpin dan pengikut saling tukar
menukar ide dalam pemecahan masalah dan pembuatan keputusan. Komunikasi dua
arah ditingkatkan, dan peranan pemimpin adalah secara aktif mendengar.
4. Perilaku pemimpin yang rendah pengarahan dan rendah dukungan
dirujuk sebagai delegasi, karena pemimpin
mendiskusikan masalah bersama-sama dengan bawahan sehingga tercapai kesepakatan
mengenai visi misi masalah yang kemudian proses pembuatan keputusan
didelegasikan secara keseluruhan kepada bawahan.
Comments
Post a Comment